Identifikasi karakteristik arsitektural dan pertimbangan pelestarian Abattoir Cimahi
DOI:
https://doi.org/10.37631/pendapa.v9i1.238Keywords:
Karakteristik, Arsitektural, Bangunan Cagar Budaya, Abattoir Cimahi, PelestarianAbstract
Suatu cagar budaya perlu dilestarikan karena dinilai memiliki arti penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan bangsa. Abattoir (Rumah Potong Hewan) Cimahi telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dalam kawasan lindung untuk cagar budaya sesuai Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 4 Tahun 2013. Kondisi masa kini Abattoir Cimahi dapat dinilai mengalami penurunan kualitas, baik berupa kerusakan maupun kehilangan pada berbagai elemen bangunannya sehingga apabila tidak dilakukan tindakan pelestarian akan semakin rusak dan hancur. Penelitian ini mengambil bagian dari upaya pelestarian bangunan cagar budaya melalui pendataan, dokumentasi, dan analisis arsitektural. Pendekatan penelitian yang digunakan deskriptif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi literatur, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi bangunan Abattoir Cimahi memiliki karakteristik arsitektural kolonial bergaya Aristektur Transisi. Berdasarkan kondisi dan analisis arsitekturalnya, maka tindakan pelestarian yang dapat dipertimbangkan adalah rekonstruksi terhadap elemen-elemen bangunannya, serta revitalisasi melalui penggunaan kembali dengan penyesuaian fungsi seuai kebutuhan masa kini (adaptive reuse).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Pendapa Architecture Journal  right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in JELE (Journal of English Language and Education). Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in JELE (Journal of English Language and Education)
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â






