Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Kacang-Kacangan KWT Bangunjiwo melalui NIB dan Sanitasi Keamanan Produk Pangan
DOI:
https://doi.org/10.37631/psk.v8i1.2455Abstract
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu bentuk UMKM yang memiliki peran penting dalam kemandirian pangan keluarga adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Tirto, Bangunjiwo. Melalui pemanfaatan lahan pekarangan, budidaya hortikultura, dan pengolahan hasil pertanian, KWT turut memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Namun, UMKM masih terkendala rendahnya pemahaman sanitasi pangan dan akses legalitas usaha (NIB, PIRT, dan izin edar) untuk memenuhi tuntutan produk aman dan bersertifikasi di era Industri 4.0. Untuk mengatasinya, tim pengabdi menawarkan berbagai kegiatan pengabdian mencakup pelatihan perbaikan produksi pangan lokal berbasis kacang-kacangan dengan menerapkan prinsip sanitasi dan keamanan pangan, pendampingan pengurusan legalitas usaha, serta penguatan kualitas sumber daya manusia guna mendukung keberlanjutan usaha dan peningkatan daya saing produk pangan lokal. Pelatihan teknis dan pendampingan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan budaya para pelaku UMKM secara mandiri.







