https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/issue/feedAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN2026-06-12T02:08:10+00:00Principal Contact Agrotechagrotech.uwm@gmail.comOpen Journal Systems<table style="height: 291px;" width="493" cellpadding="2"> <tbody align="top"> <tr> <td width="100px">Journal Title</td> <td><a href="https://ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/agrotech"><strong>Agrotech:Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian</strong></a></td> </tr> <tr> <td>ISSN</td> <td>Print ISSN:<a href="http://u.lipi.go.id/1474256380">2548-3757</a> || E-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1474256380">2620-7508</a></td> </tr> <tr> <td>DOI Prefix</td> <td><strong>Prefix: 10.37631 By </strong> <a href="https://www.crossref.org/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Crossref <img style="width: 107px;" src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" alt="" height="29" /></strong></a></td> </tr> <tr> <td>Editor in Chief</td> <td><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=z6J-smIAAAAJ&hl=id">Eman Darmawan</a></td> </tr> <tr> <td>Publisher</td> <td><a href="https://ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/pendapa/manager/setup/widyamataram.ac.id"><strong>Universitas Widya Mataram</strong></a></td> </tr> <tr> <td>Frequency</td> <td><strong><a href="https://ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/agrotech/issue/archive">2 issues per year</a><br /></strong></td> </tr> <tr> <td valign="top">Citation Analysis</td> <td><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/13666" target="_blank" rel="noopener"><strong>Sinta</strong></a><strong> | <a title="Garuda" href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/14148">Garuda</a></strong></td> </tr> </tbody> </table> <p>Agrortech: Jurnal Ilmiah Teknolologi Pertanian, with registration number ISSN 2548-3757 (print) and ISSN 2620-7508 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and Agricultural product technology. This journal was published by the Department of Food Technology, Faculty of Science and Technology, Universitas Widya Mataram, Yogyakarta. Since 2019, Open Journal Systems (OJS) has been applied for all business processes in Agrotech. Therefore, authors are required to register in advance and upload their manuscript online.This system allows readers, authors, editorial boards, editors, and peer reviewers to obtain real-time status of manuscripts and also purchase hard copies of journals. Finally, Agrotech publishes two times a year, in May and November, and more about the various changes that have taken place in this Journal are written in its history.</p>https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/article/view/2345 KARAKTERISIK MUTU SOSIS IKAN WADER (Barbodes binotatus) DENGAN PERBANDINGAN TEPUNG BIJI DURIAN TERMODIFIKASI DAN TEPUNG TAPIOKA2026-05-12T04:25:03+00:00Exziz Pernandolinawida84@unived.ac.idLina Wiadawatilinawida84@unived.ac.idHesti Nur’ainilinawida84@unived.ac.id<p>Dalam rangka diversifikasi produk, maka ikan wader dapat diolah menjadi sosis. Tujuan penelitian ini untuk mengkarakteristik mutu sosis ikan wader berdasarkan rendemen, sifat kimia dan organoleptiknya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 variasi perlakuan yaitu penambahan tepung biji durian termodifikasi dan tepung tapioka 0 % : 30 %; 5 % : 25 %; 10 % : 20 %; 15 % : 15 %; 20 % : 10 %; 25 % : 5 % dengan 3 kali ulangan. Formulasi sosis ikan wader dengan penambahan tepung biji durian termodifikasi dan tepung tapioka menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap rendemen dan kadar protein sosis ikan wader. Semakin tinggi penambahan tepung biji durian termodifikasi dapat meningkatkan nilai rendemen sosis ikan wader. Kadar air sosis ikan wader antara 51,89% hingga 53,35%. Kadar protein sosis ikan wader antara 12,46% hingga 30,64%. Nilai rerata warna sosis ikan wader antara 2,75 hingga 3,40. Nilai rerata rasa sosis ikan wader antara 1,90 hingga 3,05. Nilai rerata tekstur sosis ikan wader antara 2,65 hingga 3,55. Nilai rerata keseluruhan sosis ikan wader antara 3,20 hingga 3,60.</p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/article/view/2227Pemanfaatan Limbah Padat Ampas Tahu Menjadi Produk yang Inovatif dan Bernilai Tambah: Literatur Review2025-12-17T02:43:45+00:00Elya Antariksana BachmidaBachmida32@gmail.comoNur Afniafni32@gmail.comWiharyani Werdiningsihwerdinignsih32@gmail.com<p>Limbah ampas tahu atau okara merupakan hasil samping utama dari industri pengolahan tahu yang berpotensi mencemari lingkungan akibat kandungan air dan bahan organik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi produk bernilai tambah di Indonesia melalui pendekatan <em>literature review</em> terhadap 18 artikel ilmiah periode 2010–2025. Metode yang digunakan ialah <em>narrative review</em> dengan penelusuran data sekunder dari jurnal nasional dan internasional melalui <em>Google Scholar</em> dan Sinta. Hasil kajian menunjukkan bahwa ampas tahu memiliki kandungan protein 20–30%, serat pangan, lemak, serta mineral penting yang menjadikannya potensial sebagai bahan pangan fungsional, pakan ternak, media tanam, pupuk organik, dan bahan energi alternatif seperti briket. Pemanfaatan ini terbukti meningkatkan nilai ekonomi, mengurangi pencemaran lingkungan, dan mendukung konsep <em>circular economy</em>. Namun, tantangan utamanya adalah kadar air tinggi, daya simpan pendek, serta penerimaan sensoris produk pangan berbasis okara. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pengolahan ampas tahu melalui teknologi fermentasi, pengeringan, dan penepungan dapat memperluas peluang inovasi produk serta mendukung keberlanjutan industri pangan berbasis kedelai di Indonesia.</p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/article/view/2386Studi Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Kualitas Nutrisi Tepache Berbahan Dasar Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)2026-06-11T05:56:09+00:00Ahmad Fahri Muzzaqifahryzaki95@gmail.comAmbar Rukminiambar_rukmini@yahoo.co.ukEman Darmawaneman_darmawan@widyamataram.ac.idDyah Titin Laswatidyahtitin@gmail.com<table width="584"> <tbody> <tr> <td width="461"> <p><em>This study aimed to evaluate the effect of different fermentation durations on the chemical, microbiological, and organoleptic qualities of tepache made from pineapple peel (Ananas comosus L. Merr) and to determine the optimal fermentation time. The fermentation process was carried out spontaneously at room temperature (±28–30°C) for 24, 48, 72, and 96 hours. The parameters observed included total sugar content, pH, vitamin C, flavonoid levels, total lactic acid bacteria (BAL), and organoleptic attributes such as taste, aroma, color, and overall preference. Laboratory chemical analyses, total plate count (TPC) methods for BAL, and hedonic sensory tests with untrained panelists were employed. The results demonstrated that fermentation time significantly affected all observed parameters. Longer fermentation times led to a decrease in total sugar and flavonoids, while pH and vitamin C levels increased. BAL counts peaked at 24 hours and declined thereafter. The 24-hour fermentation treatment produced the best results across chemical, microbiological, and sensory parameters, with a total sugar content of 1.36%, pH 3.66, vitamin C 5.94 mg/100 mL, flavonoid content 0.0038 mg/mL, and BAL count of 6.1×10⁷ CFU/mL. These findings suggest that pineapple peel has promising potential as a raw material for the development of functional beverages.</em></p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/article/view/2387Strategi Manajemen Pemasaran Dan Rantai Pasok Dalam Mitigasi Risiko Agribisnis Bawang Merah: Studi Systematic Literature Review 2026-06-11T06:01:22+00:00Kiki Puspitasarikiki.puspitasari@mhs.unsoed.ac.idYusmi Nur Wakhidatiyusminur@gmail.comDindy Darmawati Putri didndi@gmail.com<p>Agribisnis bawang merah merupakan salah satu subsektor hortikultura strategis di Indonesia yang dihadapkan pada berbagai risiko, seperti fluktuasi harga, ketidakpastian produksi, serta inefisiensi sistem pemasaran dan rantai pasok. Risikorisiko tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan petani dan stabilitas pasokan di tingkat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis perkembangan penelitian terkait strategi manajemen pemasaran dan rantai pasok dalam mitigasi risiko agribisnis bawang merah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian masih berfokus pada identifikasi dan pengukuran risiko di tingkat usahatani dan pasar, sementara integrasi strategi manajemen pemasaran dan rantai pasok sebagai instrumen mitigasi risiko masih terbatas. Strategi yang dinilai efektif dalam menekan risiko meliputi pemendekan saluran pemasaran, penguatan kemitraan dan kelembagaan, peningkatan kualitas informasi pasar, stabilisasi harga berbasis kebijakan, serta penerapan manajemen risiko rantai pasok berbasis standar dan metode analitis. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi antara manajemen pemasaran dan rantai pasok untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan agribisnis bawang merah di Indonesia.</p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/article/view/2388 Pengaruh Cadangan Pangan Pemerintah, Harga Gabah Dan Produksi Padi Terhadap Stabilitas Harga Beras Daerah Di Kabupaten Brebes 2026-06-11T06:05:54+00:00Kiki Puspitasarikiki.puspitasari@mhs.unsoed.ac.idIrene Kartika Eka Wijayantiirene@gmail.com<p>Stabilitas harga beras merupakan salah satu indikator utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kabupaten Brebes sebagai sentra produksi padi di Jawa Tengah masih menghadapi fluktuasi harga beras yang dipengaruhi oleh dinamika harga gabah, variasi produksi padi, serta efektivitas pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Cadangan Pangan Pemerintah, harga gabah, dan produksi padi terhadap stabilitas harga beras daerah di Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan BULOG Kabupaten Brebes. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial Cadangan Pangan Pemerintah dan produksi padi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fluktuasi harga beras, sedangkan harga gabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga beras daerah. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap stabilitas harga beras di Kabupaten Brebes. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan peran Cadangan Pangan Pemerintah daerah, stabilisasi harga gabah, serta peningkatan produksi padi yang terkelola dengan baik merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras dan ketahanan pangan daerah.</p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/article/view/2392PENGARUH KOMBINASI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, SENSORI KUE PUKIS2026-06-12T02:03:43+00:00Shaka Sakti Prasetyoshakaprasetyo7@gmail.comEman Darmawaneman_darmawan@widyamataram.ac.idMasrukanmasrukan@gmail.comDyah Titin Laswatidyahtitin@gmail.com<p><em>This study investigated the effect of combining wheat flour and red bean flour on the chemical and sensory characteristics of pukis cake, aiming to identify the optimal concentration of red bean flour. A Randomized Complete Block Design (RCBD) with one factor and six treatment levels was applied. Sensory attributes evaluated included taste, aroma, color, texture, and overall acceptance, while chemical analyses measured moisture content, total dietary fiber, and anthocyanin levels. Data were analyzed using ANOVA, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. Results showed that red bean flour significantly influenced both chemical and sensory properties. Dietary fiber increased from 2.35% to 6.83%, and anthocyanin content rose from 2.06 mg/100g to 14.09 mg/100g. Moisture content showed no significant difference among treatments. Sensory qualities such as aroma, color, texture, and overall acceptance improved with higher concentrations of red bean flour, while taste remained favorable. Treatment P4 produced the best overall results, indicating it as the most optimal formulation. These findings demonstrate the potential of red bean flour as a functional ingredient in enhancing the nutritional and sensory value of traditional bakery products like pukis cake.</em></p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/article/view/2393Pengaruh Substitusi Daging Ayam Dengan Tempe Terhadap Daya Terima Nuget2026-06-12T02:08:10+00:00Ilham Rizky Putra Wijayailhamrizky573@gmail.comEman Darmawaneman_darmawan@widyamataram.ac.idMasrukanmasrukan@gmail.comDyah Titin Laswatidyahtitin@gmail.com<p>This study aims to determine the effect of tempeh substitution on the chemical, physical, and organoleptic quality of chicken nuggets. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely the tempeh:chicken ratio (0:250, 100:150, 150:100, 200:50, 250:0) and three replications. The parameters tested included water content, ash, protein, fat, crude fiber, texture (chewyness), and organoleptic tests (color, aroma, taste, texture, and overall preference) by 30 panelists. Data were analyzed using ANOVA and further Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5%.The results showed that increasing tempeh substitution decreased the water, ash, and protein content, but increased the fat and crude fiber content. The texture of the nuggets became less chewy, and the organoleptic scores for color, aroma, taste, texture, and liking also decreased. The product most preferred by panelists was a nugget with a composition of 150 g tempeh and 100 g chicken, with a liking score of 3.66. This product has a light golden yellow color (3.63), a distinctive aroma of chicken nuggets (3.63), a chicken nugget taste (3.56), and a slightly hard texture (3.43). The chemical and physical compositions were water content 48.85% (wb), ash 1.61% (db), protein 12.12% (db), fat 4.31% (db), crude fiber 7.37% (db), and elasticity 15.78 mm. This research shows that tempeh has the potential as a raw material for healthy nuggets and an alternative functional food.</p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/agrotech/article/view/2391PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TALAS (Colocasia esculenta L.)2026-06-11T07:43:14+00:00Eko PrayogoPrayogoe040@gmail.comSartono Joko Santosasartono@gmail.comKharis Triyonosartono12@gmail.comSiswadiSiswadi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam pupuk kandang ayam dan dosis pupuk NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman talas (Colocasia esculenta L.). Penelitian dilaksanakan pada 9 Maret sampai dengan 27 September 2026 di Kebun Benih TPH Tohudan Surakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4×4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam: M0 (tanah/kontrol), M1 (1:1:1), M2 (1:1:2), dan M3 (1:2:1), sedangkan faktor kedua adalah dosis NPK: 0, 200, 400, dan 600 kg/ha. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang batang, panjang daun, jumlah daun, diameter batang, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering, yang dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun, diameter batang, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering; (2) dosis NPK tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati; serta (3) terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan, dengan interaksi yang berbeda nyata pada parameter diameter batang dan interaksi yang sangat berbeda nyata pada parameter panjang daun.</p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026