FORTIFIKASI IKAN BARAKUDA (Sphyraena jello) DALAM PEMBUATAN TORTILLA CHIPS
DOI:
https://doi.org/10.37631/agrotech.v3i2.280Keywords:
jagung masa, ikan barakuda, tortilla chipsAbstract
Tortilla chips adalah olahan berbahan dasar jagung yang memiliki karakteristik berwarna kuning, renyah, tipis, dan mudah hancur. Tortilla chips mengandug karbohidrat yang tinggi tetapi kandungan proteinnya rendah, untuk meningkatkan kadar protein yang tinggi seperti ikan. Formula tortilla chips dengan ikan Barakuda tidak hanya mempengaruhi kadar protein tetapi juga mempengaruhi sifat kimia dan organoleptik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kualitas tortilla chips yang dibuat dengan fortifikasi daging ikan Barakuda segar dan kukus dengan konsentrasi yang berbeda terhadap karakteristik kimia dan organoleptik.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan RAL 2 Faktorial (ikan Barakuda dan konsentrasi) yaitu formula tortilla chips ikan Barakuda dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel pengamatan yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat by difference, dan sifat organoleptik (kerenyahan, warna, flavor, dan kesukaan/overall). Apabila terjadi pengaruh nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan formula tortilla chips berbeda nyata pada kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, dan sifat organoleptik. Sedangkan kadar abu tidak berbeda nyata. Perlakuan formula tortilla chips ikan Barakuda yang terbaik pada perlakuan ikan segar konsentrasi 7,5% yaitu dengan kadar air 3,76%, kadar abu 4,23%, kadar lemak 36,07%, kadar protein 6,83%, skor mutu kerenyahan 4,3 (renyah-sangat renyah), skor mutu flavor 2,5 (sangat sedikit-sedikit flavor ikan), skoring mutu warna 3,8 (sedikit kuning-kuning), dan skor mutu kesukaan 4,1 (suka-sangat suka).
References
Anonim. 2000. Badan Standardisasi Nasional. 2000. SNI 01-2886-2000. Makanan ringan ekstrudat. Jakarta.
Anonim. 2018. KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan). Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2018. https://kkp.go.id/.
Ariani, M. 2010. Analisis Konsumsi Pangan Tingkat Masyarakat Mendukung Pencapaian Diversifikasi Pangan. Jurnal Gizi Indonesia. Vol, 33(1),20- 28.
Deman, M John. 1997. Kimia Makanan Bandung: ITB. Bandung
Fathiarisa NA. 2016. Studi pembuatan Tortilla Chips berbahan dasar tempe sebagai olahan snack food. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Gaonkar, A.G., and McPherson, A. 2005. Ingredients Interaction Effect on Food Quality 2nd . CRC Press Taylor and Francis Group. New York.
Koswara. 2009. Seri Teknologi Pangan Populer Teknologi Pengolahan Mie.eBookPangan.com.http://tekpan.unimus.ac.id/wpcontent/uploads/2013/07/Teknologi-Pengolahan-Mie-teori-dan-praktek.pdf. Diakses 30 Maret 2020.
Kusnandar, F. 2010. Kimia Pangan. Jakarta:Dian Rakyat.
Pradana G W. 2013. Karakteristik asam amino dan jaringan jaringan Ikan Barakuda (Sphyraena jello) segar dan kukus [Skripsi]. Jurusan Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.
Purwaningsih S, Jacoeb dan AM, Dewi MM. 2012. Karakteristik dan kandungan gizi tsukada-Ni ikan jangilus (Istiophorus orientalis). Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan I. 2012;2:98-104.
Santoso B, Nur H, dan Wahyu A. 2006. Tortilla. Trubus Agrisarana. Surabaya
Sari NK. 2013. Analisis tingkat kerenyahan oada keripik singkong, keripik kentang dan keripik pisang. [skripsi]. Makassar(ID): Universtias Hasanuddin Makassar.
Syakur, Abdul. 2002. Pengaruh Substitusi Ikan Nila Hitam Terhadap Sifat Kimia, Fisik, dan Organoleptik Tortilla Jagung (Zea mays) Yang Dihasilkan. [Skripsi]. Program Studi Teknologi Pangan dan Gizi. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Widya Mataram. Yogyakarta.









