https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/issue/feed Jurnal Rekayasa Industri (JRI) 2026-04-28T03:34:12+00:00 Intan Permatasari jri@widyamataram.ac.id Open Journal Systems <hr /> <table style="height: 189px; width: 100%;" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Journal title</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong>Jurnal Rekayasa Industri (JRI)</strong></td> <td style="height: 189px; width: 20%;" rowspan="9" valign="top" width="20%"><img src="https://ejournal.widyamataram.ac.id/public/site/images/ivamindhayani/vol41.jpg" alt="" width="1519" height="1989" /></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Initials</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong>JRI</strong></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Abbreviation</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"> </td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Frequency</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong>2 issues per year | April-Oktober</strong></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">DOI</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong>Prefix 10.37631 by <img style="width: 100px;" src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" alt="" /></strong></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">ISSN</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong>P-ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1570707443&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2714-8882</a>| E-ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1570706232&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2714-8874</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Editor-in-chief</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"> <strong><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6881840">Intan Permatasari</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 35px;"> <td style="height: 35px; width: 23.3808%;" width="20%">Publisher</td> <td style="height: 35px; width: 56.6192%;" width="60%"><a href="http://new.widyamataram.ac.id/"><strong>Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Widya Mataram</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 35px;"> <td style="height: 35px; width: 23.3808%;" width="20%">Citation Analysis</td> <td style="height: 35px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong><a href="https://scholar.google.com/citations?user=CObLl80AAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></strong></td> </tr> </tbody> </table> <hr /> <div align="justify"> <p style="text-align: justify;">Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Teknik Industri Universitas Widya Mataram, with registered numbers ISSN <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1570707443&amp;1&amp;&amp;">2714-8882</a> (Print) and <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1570706232&amp;1&amp;&amp;">2714-8874</a> (online) is a scientific journal published by the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Sains and Technology, Widya Mataram University through a review process. This journal aims to publish the results of research in the field of Industrial Engineering which is published twice a year. The scope of science includes Production Planning and Inventory Control, Ergonomic and Work-Study, Multicriteria Decision Making, Product Design and Development, Supply Chain and Logistics, Optimization and Mathematical Modelling, Information System, Manufacturing Facility Design, Financial and Asset Management, Industrial Policy Study, Maintenance System, Human Resource Development. <strong>The Jurnal Rekayasa Industri (JRI) has been accredited as a scientific journal by The Ministry of Education, Culture, Research, and Technology: 2020 – 2025 SINTA 4 (Acredited from Vol 2 No 2 tahun 2020 until Vol 7 No 1 Tahun 2025).</strong></p> <p style="text-align: justify;"> </p> </div> https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/article/view/1902 Penentuan Interval Perawatan Mesin Open Top Roller Menggunakan Reliability Centered Maintenance 2026-03-11T12:48:37+00:00 Abang Sandi Nurahman Azam Yuda sandinurahman16@gmail.com Ari Zaqi Al-Faritsy ari_zaqi@uty.ac.id <p>PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan produksi teh. Masalah yang dihadapi dalam proses produksi adalah tingginya downtime mesin Open Top Roller yang disebabkan oleh kerusakan pada komponen mesin seperti bearing, gigi worm, as, dan elektrik motor. Penelitian menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk menetukan interval waktu perawatan dengan pendekatan MTTF serta tindakan perawatan yang harus dilakukan dan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) untuk menganalisis resiko kerusakan/kegagalan komponen mesin Open Top Roller dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis penyebab kegagalan fungsi dan menentukan solusi perawatan yang optimal. Tujuan dari penelitian adalah menentukan tindakan perawatan mesin Open Top Roller untuk mengurangi downtime mesin dan frekuensi kerusakan. Berdasarkan hasil analisis RCM dan FMEA, tindakan perawatan yang dipilih untuk komponen kritis mesin Open Top Roller yaitu bearing, gigi worm, as, dan electric motor adalah Time Directed (TD) dengan waktu penjadwalan perawatan setiap komponen berbeda – beda seperti komponen bearing adalah 6 hari, gigi worm adalah 7 hari, as adalah 6 hari, dan electric motor adalah 8 hari. Sedangkan tindakan perawatan yang Condition Directed (CD) dengan monitoring sebelum, saat dan sesudah proses produksi adalah komponen VanBelt B78. Penerapan RCM diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perawatan mesin, mengurangi frekuensi kerusakan, mengurangi downtime mesin dan mendukung kelancaran serta efisiensi proses produksi di PT. XYZ.</p> 2026-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ari, Sandi https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/article/view/2299 Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Cost Benefit Analysis (CBA) 2026-03-17T15:48:11+00:00 Benediktus Bagas Prasetya benediktusbagas21@gmail.com Iva Mindhayani ivamindhayani@widyamataram.ac.id Siti Lestariningsih sititeknikindustriumy@gmail.com Intan Permatasari intanpermatasari@widyamataram.ac.id <p>PT. Indonesia Plafon Semesta merupakan perusahaan manufaktur plafon PVC yang menghadapi permasalahan dalam tata letak fasilitas produksi, seperti aliran material yang tidak efisien, jarak antar departemen yang tidak terstruktur, serta waktu proses yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas guna meningkatkan efisiensi proses produksi. Metode yang digunakan meliputi <em>Systematic Layout Planning</em> (SLP) untuk merancang aliran material yang optimal, <em>Cost Benefit Analysis</em> (CBA) untuk mengevaluasi kelayakan finansial, serta simulasi dengan perangkat lunak Arena untuk membandingkan performa tata letak awal dan usulan. Hasil menunjukkan bahwa dengan adanya perancangan ulang tata letak dapat mengurangi jarak perpindahan material sebesar 32,5%, dari 224 meter menjadi 151 meter. Secara finansial, proyek menunjukkan <em>Net Benefit</em> sebesar Rp297.580.000, nilai <em>Benefit-Cost Ratio</em> (BCR) sebesar 1,15, <em>Internal Rate of Return</em> (IRR) sebesar 115%, dan waktu pengembalian investasi (<em>Payback Period</em>) selama 0,95 tahun. Simulasi Arena juga menunjukkan penurunan waktu proses produksi sebesar 11,44 menit atau sebesar 18,06%. Dengan demikian, pendekatan terpadu SLP, CBA, dan simulasi terbukti efektif dalam merancang tata letak yang lebih efisien dan layak diterapkan secara ekonomi.</p> 2026-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Benediktus Bagas Prasetya, Iva Mindhayani, Siti Lestariningsih, Intan Permatasari https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/article/view/2207 Critical Review: Strategic Supply and Transportation Planning of a Supply Chain for Agricultural Biomass to Hydrogen and Syngas 2026-03-12T07:06:25+00:00 Bhenu Artha bhenoz27@gmail.com Ascasaputra Aditya ascasaputra.feuwmy@gmail.com Antonius Satria Hadi suns.sund@gmail.com Bahri Bahri bahriwidyamataram@gmail.com Niken Permata Sari niken.permatas@gmail.com Utami Tunjung Sari ut.sari19@gmail.com Cahya Purnama Asri cahyapurnama.uwm@gmail.com Rhamadinna Fatimah 202339010014@mail.bnu.edu.cn <p><em>In the evolving landscape of renewable energy, the management of agricultural biomass supply chains has emerged as a critical success factor for sustainable fuel production, this article presents a critical review of the research conducted by Nugroho and Zhu (2024) regarding the strategic supply and transportation planning of an agricultural biomass supply chain for hydrogen and syngas production. The primary study addresses a significant gap in renewable energy management by proposing a bi-level optimization framework that utilizes Stackelberg game concepts to model non-cooperative interactions between biofuel producers and biomass suppliers. The review identifies several methodological strengths, including the integration of process-level material balances with supply chain decisions and the use of mixed-integer nonlinear programming (MINLP) to handle realistic cost components like holding and production costs. However, the analysis also highlights critical limitations, such as restrictive behavioral assumptions regarding risk neutrality and perfect information, which may not reflect real-world opportunistic conduct. Furthermore, the generalizability of the findings is constrained by a narrow focus on an Indonesian case study and a dual-sourcing strategy that may face scalability issues in larger regional networks. Ultimately, while the reviewed work is deemed an incremental rather than landmark contribution, it offers valuable structured recommendations for practitioners and project developers building biomass supply chains in agricultural regions.</em></p> 2026-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Bhenu Artha, Ascasaputra Aditya, Antonius Satria Hadi, Bahri Bahri, Niken Permata Sari, Utami Tunjung Sari, Cahya Purnama Asri, Rhamadinna Fatimah https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/article/view/1937 Penentuan Halal Critical Control Point pada Rantai Pasok Rendang Daging 2026-03-12T15:41:12+00:00 Redha Yusnil redhayusnil6@gmail.com Rika Ampuh Hadiguna hadiguna10@gmail.com Alexie Herryandie BA alexie@eng.unand.ac.id Yan Heryandi yanheryandi@yahoo.co.id <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Sertifikasi halal merupakan faktor penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan daya saing serta memastikan kepatuhan terhadap standar halal. Sertifikasi ini diperoleh melalui penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang terintegrasi dalam proses produksi. Namun, implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) masih menjadi tantangan bagi UMKM pengolahan rendang daging suwir, terutama dalam hal kepatuhan terhadap Good Manufacturing Practice (GMP). Penelitian ini bertujuan untuk merancang pohon keputusan dalam penentuan Halal Critical Control Point (HCCP) berdasarkan prinsip SJPH dan GMP. Identifikasi HCCP dilakukan pada tahapan pemilihan bahan baku, proses produksi, dan distribusi produk. Penelitian ini memberikan panduan bagi UMKM dalam menetapkan titik kendali kritis pada rantai pasok rendang daging suwir sehingga dapat memperkuat jaminan halal serta meningkatkan daya saing produk di pasar domestik dan internasional. Hasil penelitian mengidentifikasi 24 HCCP pada rantai pasok halal rendang daging suwir di ISR, yang mencakup aspek fasilitas (alat produksi dan rumah produksi), proses produksi, produk, dan etika kerja. Temuan utama menunjukkan bahwa sebagian besar HCCP didominasi oleh aspek fasilitas rumah produksi yang belum memadai. Risiko yang teridentifikasi meliputi kontaminasi fisik, biologis, kimia, serta potensi kontaminasi najis atau zat haram yang dapat mempengaruhi status kehalalan dan keamanan produk pada seluruh tahapan proses produksi. HCCP yang ditemukan meliputi proses pengiriman daging dari pemasok ke produsen, penyimpanan bahan baku, pencucian bahan baku, proses menyuwir daging, pemasakan rendang, dan pengemasan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan fasilitas produksi menjadi prioritas dalam mitigasi risiko untuk memperkuat jaminan halal, keamanan produk, dan daya saing UMKM.</p> </div> </div> </div> 2026-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Redha Yusnil, Rika Ampuh Hadiguna, Alexie Herryandie BA, Yan Heryandi https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/article/view/1443 Aplikasi Metode Analytic Hierarchy Process Untuk Penentuan Metode Pelatihan Atlet Hapkido 2025-09-13T15:04:29+00:00 Sylvia Candra Kurniawan 225612165@students.uajy.ac.id Ririn Diar Astanti ririn.astanti@uajy.ac.id Yosef Daryanto yosef.daryanto@uajy.ac.id <p>Setiap cabang olahraga memerlukan perencanaan yang matang dan terstruktur guna mencapai performansi maksimal. Keberhasilan seorang atlet sangat bergantung pada ketepatan pola dan metode pelatihan yang spesifik antar cabang olahraga. Hapkido, sebagai bela diri asal Korea yang berkembang pesat di Indonesia sejak 2014, membutuhkan studi akademis untuk memetakan standarisasi prioritas program kepelatihan menuju kompetisi nasional seperti PON. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun urutan proses pelatihan dan menentukan bobot faktor yang memengaruhi metode pelatihan atlet Hapkido menggunakan metode <em>Analytic Hierarchy Process</em> (AHP). Studi kasus dilakukan pada tim Hapkido Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner perbandingan berpasangan (<em>pairwise comparison</em>) kepada pelatih serta atlet berprestasi. Data diolah menggunakan perangkat lunak <em>Super Decisions</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub-faktor Indeks Massa Tubuh (IMT) memiliki bobot prioritas tertinggi sebesar 0.2187, yang menegaskan bahwa berat badan ideal adalah fondasi utama sebelum atlet memasuki program teknis. Pada aspek kinerja, faktor risiko Cedera (0.1201) dan Kesesuaian Latihan (0.0826) menjadi perhatian utama yang mengungguli aspek nutrisi dan mental. Sementara itu, pada aspek kebugaran fisik, kombinasi Daya Tahan dan Kekuatan (0.0807) serta Daya Tahan Kardiorespirasi (0.0790) menjadi prioritas utama untuk mendukung teknik kuncian (soft) dan bantingan (hard). Di sisi lain, pemanfaatan teknologi <em>Internet of Things</em> (IoT) dengan bobot 0.0747 dinilai paling potensial dalam menunjang evaluasi latihan secara real-time. Temuan ini menghasilkan urutan proses pelatihan terstruktur yang baru, memberikan panduan objektif bagi pelatih untuk fokus pada kontrol IMT, pencegahan cedera, serta penguatan daya tahan untuk mendongkrak prestasi atlet secara efisien.</p> 2026-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sylvia Candra Kurniawan, Ririn Diar Astanti, Yosef Daryanto https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/article/view/1906 Pemilihan Supplier Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan TOPSIS Pada Pengadaan Belt Conveyor (Studi Kasus: PT X) 2025-09-13T15:37:51+00:00 Winarni winwinamlj@gmail.com Dharma Widada widada.dharma@gmail.com Dutho Suh Utomo dutho@ft.unmul.ac.id <p style="font-weight: 400;"><em>Conveyor system</em> merupakan infrastruktur penting yang menunjang proses produksi batu bara di PT X. Perusahaan sering kali mengeluarkan investasi besar untuk infrastruktur ini guna mempertimbangkan efektivitas sistem dalam menghasilkan produk batu bara. <em>Belt conveyor</em>, sebagai komponen kritis dari sistem ini, memiliki peran penting dalam mengurangi biaya produksi, menghemat waktu, dan meningkatkan laju produksi. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup masalah kualitas produk dari <em>supplier</em> yang menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Penelitian ini menerapkan metode <em>Analytic Hierarchy Process</em> (AHP) dan <em>Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution</em> (TOPSIS) sebagai pendekatan dalam menentukan <em>supplier belt conveyor</em> terbaik. AHP digunakan untuk mengidentifikasi dan memberi bobot pada empat kriteria utama yaitu <em>cost</em> (0,298), <em>quality</em> (0,522), <em>delivery</em> (0,045), dan <em>service</em> (0,135), dengan sepuluh sub-kriteria termasuk <em>product, price, discount, product specification, quality consistency, success record, lead time, on-time delivery, flexibility in ordering, warranty, </em>dan <em>after sales</em>. Hasil pengolahan data menunjukkan kriteria kualitas memiliki bobot tertinggi. TOPSIS digunakan untuk meranking enam supplier berdasarkan penilaian kinerja. Supplier yang dinilai adalah <em>Supplier </em>A<em>, Supplier </em>B<em>, Supplier </em>C<em>, Supplier </em>D<em>, Supplier </em>E<em>,</em> dan <em>Supplier </em>F. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai preferensi supplier sebagai berikut: <em>Supplier </em>C (0,940), <em>Supplier </em>E (0,938), <em>Supplier </em>A (0,805), <em>Supplier </em>F (0,275), <em>Supplier </em>D (0,034), dan <em>Supplier </em>B (0,026). <em>Supplier</em> terbaik yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan secara berurutan adalah <em>Supplier </em>A, <em>Supplier </em>F, <em>Supplier </em>C<em>, Supplier </em>E<em>, Supplier </em>D<em>, </em>dan<em> Supplier </em>B<em>.</em></p> 2026-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Winarni, Dharma Widada, Dutho Suh Utomo https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/article/view/1938 Analisis Pemilihan Supplier Kulit Kambing Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) 2026-03-12T15:28:28+00:00 Mafas Fuqia Husni Mafasfuqia@gmail.com Yaning Tri Hapsari yaning.yth@upy.ac.id <p style="font-weight: 400;">Pemilihan pemasok sangat penting bagi CV Wijaya Hadi Sempurna, yang bergerak di produksi kipas dari kulit kambing. Penelitian ini bertujuan untuk menilai cara memilih pemasok kulit kambing dengan metode <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP). Permasalahan yang dihadapi adalah proses pemilihan supplier yang masih bersifat subjektif sehingga berpotensi menimbulkan ketidakefisienan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode <em>Analytical Hierarchy Process </em>(AHP) karena mampu menangani pengambilan keputusan multikriteria secara terstruktur dan menggabungkan aspek kualitatif serta kuantitatif. Ada lima kriteria utama yang dipertimbangkan: harga, kualitas, layanan, ketepatan pengiriman, dan jumlah barang. Responden penelitian ini adalah pemilik usaha dan karyawan yang terlibat dalam pengadaan bahan baku. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode AHP dengan tahapan penyusunan matriks perbandingan, normalisasi, perhitungan bobot prioritas (<em>eigenvector</em>), serta uji konsistensi menggunakan <em>Consistency Ratio </em>(CR). Dari hasil analisis, bobot masing-masing kriteria adalah: kualitas (0,475), harga (0,222), jumlah barang (0,156), layanan (0,075), dan pengiriman tepat waktu (0,074). Kriteria utama yang paling berpengaruh adalah kesesuaian harga dengan kualitas, kecocokan spesifikasi barang, dan kecepatan tanggapan terhadap keluhan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa supplier utama adalah Supplier X dengan bobot tertinggi (0,4805), diikuti <em>Supplier</em> Z (0,3026) dan Supplier Y (0,2254). <em>Supplier</em> X berlokasi di Magelang, Supplier Z di Imogiri, dan Supplier Y di Prambanan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa metode AHP dapat meningkatkan objektivitas dalam pemilihan supplier karena mempertimbangkan berbagai aspek/kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan serta membantu perusahaan dalam meminimalkan risiko keterlambatan dan menjaga kualitas bahan baku.</p> 2026-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Mafas Fuqia Husni, Yaning Tri Hapsari https://ejournal.widyamataram.ac.id.prosiding-uwm.com/index.php/JRI/article/view/1823 Optimasi Rute Distribusi Produk Menggunakan Algoritma Clarke and Wright Saving Heuristic dan Algoritma Evolutionary (Studi Kasus PT. XYZ) 2026-03-11T12:56:34+00:00 Olga Virly Juwita olgavirlyjuwita@gmail.com Bellachintya Reira Christata bellachintya.reira@umk.ac.id Rangga Primadasa rangga.primadasa@umk.ac.id <p>Distribusi merupakan elemen penting dalam rantai pasok yang secara langsung memengaruhi efisiensi biaya operasional, ketepatan waktu pengiriman, serta kepuasan pelanggan. PT XYZ mengalami kendala dalam sistem distribusinya karena penentuan rute masih dilakukan secara manual berdasarkan intuisi <em>dispatcher</em>, tanpa mempertimbangkan faktor jarak tempuh, kapasitas kendaraan, maupun efisiensi biaya. Hal ini berdampak pada tingginya total jarak distribusi, ketidakseimbangan beban kerja pengemudi, serta meningkatnya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute distribusi dengan mengusulkan pendekatan <em>hybrid</em> yang menggabungkan algoritma <em>Clarke and Wright Saving Heuristic</em> dan algoritma <em>Evolutionary</em> dengan bantuan <em>Excel Solver</em>. Algoritma <em>Clarke and Wright</em> digunakan untuk membentuk rute distribusi berdasarkan nilai penghematan terbesar dengan tetap memperhatikan kapasitas kendaraan, sementara algoritma <em>Evolutionary</em> diterapkan untuk mengoptimalkan urutan kunjungan pelanggan pada setiap rute agar total jarak tempuh dapat diminimalkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diusulkan mampu menghasilkan enam rute distribusi dengan total jarak tempuh sebesar 516,7 km, lebih rendah dibandingkan rute awal sebesar 1.122 km, sehingga terjadi penghematan jarak sebesar 53,9%. Selain itu, biaya distribusi juga menurun dari Rp1.054.167 menjadi Rp344.122 per hari atau berkurang sebesar 67,36%. Pengurangan jumlah rute dari sembilan menjadi enam juga menunjukkan peningkatan pemanfaatan armada, dengan potensi penggunaan tiga kendaraan untuk keperluan lain. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan <em>hybrid</em> yang diterapkan efektif dalam meningkatkan efisiensi distribusi serta memberikan manfaat praktis bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional terkait optimasi rute distribusi.</p> 2026-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Olga Virly Juwita, Bellachintya Reira Christata, Rangga Primadasa